Sabtu, 24 Agustus 2019

Karya Tulis Ilmiah INOVASI TEKNOLOGI ASPAL GEOPORI ITB


INOVASI TEKNOLOGI ASPAL GEOPORI ITB, SEBAGAI
BAHAN JALAN  RESAPAN AIR GUNA MENDUKUNG
 SMAN 1 ROGOJAMPI MENUJU
ADIWIYATA MANDIRI

Image result for logo sman 1 rogojampi

KARYA TULIS ILMIAH
Diajukan guna memenuhi tugas Bahasa Indonesia Semester II Th.Pelajaran 2017/2018
Disusun oleh:
1.                  Retno Asri Wulandari
2.                  Sinta Ananda Ridwan

Kelas :
XI MIPA 1
SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) NEGERI 1 ROGOJAMPI
Jalan Ali Sakti 02 Pengatigan Rogojampi Banyuwangi
Telp. ( 0333 ) 631 459
Web: http://www.sman1rogojampi.co.cc
Rogojampi, Maret 2018
KATA PENGANTAR
Puji syukur selalu terpanjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga tim penulis dapat menyusun karya tulis ilmiah ini dengan lancar. Meskipun banyak tantangan dan hambatan yang dialami penulis dalam proses pengerjaannya, tetapi penulis mampu menyelesaikannya dengan baik.
Karya tulis ini disusun dengan maksud untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia Semester II Th.Pelajaran 2017/2018
Penulisan karya tulis ini tentu tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak. Maka dari itu, tak lupa diucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan karya tulis ini.
Tanpa dukungan dari pihak-pihak tersebut, mustahil tim penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini. Oleh karena itu disampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan karya tulis ini.
Penulis menyadari bahwa karya tulis ini masih sangat jauh dari sempurna. Oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca akan sangat dibutuhkan.


Rogojampi, Maret 2018
 Penulis







DAFTAR ISI

Halaman Judul (Cover)........................................................................................................
Halaman kosong..................................................................................................................
Halaman Judul Dalam.........................................................................................................
Kata Pengantar................................................................................................................... i
Daftar Isi........................................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN............................................................................................... 1
1.1    Latar Belakang......................................................................................................... 1
1.2    Rumusan Masalah.................................................................................................... 1
1.3    Tujuan Penelitian..................................................................................................... 2
1.4    Manfaat Penelitian .................................................................................................. 2
1.5    Metodologi Penulisan............................................................................................... 2
1.5.1 Tempat dan Waktu Penelitian........................................................................... 2
1.5.2 Subjek Penelitian............................................................................................... 3
1.5.3 Prosedur Penelitian............................................................................................ 3
BAB II KAJIAN PUSTAKA......................................................................................... 4
2.1    Geopori...................................................................................................................... 4
2.2    Pembuatan Geopori................................................................................................. 4
2.3    ITB (Institut Teknologi Bandung).......................................................................... 4
2.4    Adiwiyata.................................................................................................................. 4
2.4.1        Adiwiyata Mandiri.......................................................................................... 5
2.5    Kaitan Geopori dengan Adiwiyata di SMAN 1 Rogojampi................................. 5
BAB III PEMBAHASAN............................................................................................... 6
BAB IV PENUTUP........................................................................................................ 7
4.1 Kesimpulan................................................................................................................ 7
4.2 Saran........................................................................................................................... 7
DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Indonesia memiliki dua musim yang tak lain adalah musim hujan dan musim kemarau. Saat musim hujan, curah hujan di Indonesia terbilang tinggi setiap tahunnya. Tidak menutup kemungkinan bahwa banjir akan terjadi karena kurangnya daerah resapan air yang disebabkan oleh beberapa faktor. Diantaranya, banyaknya sampah dan limbah yang memenuhi daerah aliran air di sungai, drainase, penebangan hutan secara liar, perubahan hutan atau perkebunan menjadi area perumahan.
Berbagai inovasi diciptakan sebagai cara pencegahan maupun cara penanggulangan banjir contohnya adalah inovasi bank sampah yang bertujuan mengurangi volume sampah yang ada di lingkungan sekitar masyarakat serta menambah nilai ekonomi yang bisa diterima oleh masyarakat.
Geopori merupakan teknologi serta inovasi terbaru, dimana geopori ini adalah bahan jalan resapan air guna mengurangi resiko banjir.Geopori berbeda dengan jalan biasa yang terbuat dari aspal maupun semen.
Inovasi ini diciptakan oleh dosen di ITB yaitu Prof. Dr. Ir. Bambang Sunendar Purwasasmita dengan bahan jalan yang dirancang khusus agar bisa menyerap air dalam jumlah besar dengan baik.
Inovasi ini dirasa cukup tepat diterapkan di SMAN 1 Rogojampi guna mendukung program adiwiyata nasional menuju adiwiyata mandiri. Mengingat banyak jalan yang perlu ataupun bisa direnovasi tersebut kurang bisa meresap air meskipun sudah ada biopori.
1.2  Rumusan Masalah
Bagaimana pengaruh geopori ITB sebagai bahan jalan resapan air guna mendukung adiwiyata mandiri di SMAN 1 Rogojampi?



1.3              Tujuan Penelitian

1.3.1        Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara penerapan geopori oleh
            ITB untuk diterapkan di wilayah Rogojampi.
1.3.2        Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara penerapan geopori oleh
            ITB untuk diterapkan di wilayah SMAN 1 Rogojampi.

1.4              Manfaat Penelitian

1.4.1         Penelitian ini bermanfaat untuk SMAN 1 Rogojampi guna menunjang
             program adiwiyata yang diterapkan di sekolah.
1.4.2         Penelitian ini bermanfaat untuk SMAN 1 Rogojampi guna menunjang
                  program adiwiyata nasional di SMAN 1 Rogojampi menuju sekolah adiwiyata   
                  mandiri.
1.4.3         Penelitian ini juga bisa menjadi referensi bagi khalayak ramai dalam
             penelitian yang sama.

1.5      Metodologi Penulisan
            Peneliti menggunakan metode pengambilan data dengan cara observasi dan studi literatur. Observasi merupakan sebuah proses pengamatan dengan cara wawancara dan melihat objek secara langsung, selanjutnya data dikaji secara detail dalam sebuah laporan untuk menarik sebuah kesimpulan. Studi literatur merupakan cara untuk menyelesaikan persoalan dengan menelusuri sumber-sumber tulisan yang pernah dibuat sebelumnya yang kemudian digunakan sebagai pembanding dengan penelitian yang dilakukan. Penelitian ini dilakukan pada hari Rabu, 21 Februari 2018 pukul  11.00-12.00 dan melakukan studi literatur selama seminggu setelah observasi. Penulisan Karya Tulis Ilmiah ini diselesaikan pada hari Minggu, 4 Februari 2018.


1.5.1             Tempat dan Waktu Penelitian
  Hari : Rabu
  Tanggal : 21 Februari 2018
  Tempat : Jalan G, Kampus ITB


1.5.2             Subjek Penelitian
  Tempat di ITB yang bersangkutan dengan penelitian ini.

1.5.3             Prosedur Penelitian
-     Menentukan topik
-    Merumuskan masalah 
-    Mengumpulkan bahan
-    Menuju tempat penelitian
-    Mencari subjek penelitian
-    Merumuskan hasil penelitian
-    Menganalisis data hasil penelitian






















BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.5              Geopori
Menurut penuturan dari Prof. Dr. Ir. Bambang Sunendar Purwasasmita, penemu sekliagus peneliti geopori, geopori merupakan racikan bahan pembuatan jalan sebagai pengganti beton atau aspal yang mampu menyerap genangan air dijalan.
Sedangkan berdasarkan kajian peneliti, geopori merupakan bahan pembuat jalan yang tidak mengandung aspal, berdaya serap air tinggi guna mengurangi resiko genangan air yang melimpah atau banjir.

2.6              Pembuatan Geopori
Secara konstruksi, pembuatan jalan geopori tak jauh berbeda dengan proyek jalan menggunakan aspal atau beton. Karena sistemnya sama yaitu sistem curah. Yang terpenting dalam pembuatan geopori ini adalah bahannya dari limbah industri.

2.7              ITB
ITB (Institut Teknologi Bandung) adalah sebuah perguruan tinggi negeri yang berkedudukan di Kota Bandung. Nama ITB diresmikan pada tanggal 2 Maret 1959. Sejak tanggal 14 Oktober 2013 ITB menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) yang memiliki otonomi pengelolaan dalam akademik dan non-akademik.  ITB telah memiliki 22 program studi yang terakreditasi secara internasional (sebelas di antaranya dari(ABET).

2.4       Adiwiyata
            Kata adiwiyata berasal dari 2 kata sansekerta “adi” dan “wiyata” . Pengertian dari kata “Adi “bermakna besar, agung, baik, ideal, atau sempurna. Kata “wiyata “bermakna tempat dimana seseorang mendapatkan ilmu pengetahuan, norma dan etika dalam kehidupan sosial.  Pengertian Adiwiyata adalah tempat yang baik dan ideal dimana dapat diperoleh segala ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup kita dan menuju cita-cita pembangunan berkelanjutan. Sekolah adiwiyata bukan hanya tampilan fisik yang hijau atau rindang, tetapi wujud sekolah yang memiliki program dan aktifitas pendidikan mengarah kepada kesadaran dan kearifan terhadap lingkungan hidup.
Menurut Arbailah (2017), adiwiyata merupakan sekolah yang berwawasan lingkungan dan merupakan cabang dari Adipura, menuju sekolah yang tidak hanya bersih, melaikan indah, sejuk, dan enak pembelajaran. Adiwiyata memiliki tahapan-tahapan antara lain yaitu Adiwiyata Kabupaten, Adiwiyata Provinsi, Adiwiyata Nasional, Adiwiyata Mandiri dan Sekolah bumi.

2.4.1        Adiwiyata Mandiri

Menurut penulis, Adiwiyata Mandiri merupakan tingkatan adiwiyata yang sudah melangkah satu tingkat diatas Adiwiyata Nasional dan pada Adiwiyata Mandiri mulai menata dari keadaan sekolah baik fisik maupun yang non-fisik, sampai dengan karakter siswa, hingga pelestarian lingkungan yang dilakukan

2.5      Kaitan Geopori dengan Adiwiyata di SMAN 1 Rogojampi
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, geopori ini dianggap cukup baik bila diterapkan di wilayah Rogojampi. Terutama di SMAN 1  Rogojampi. Hal ini dikarenakan masih sangat kurangnya daerah resapan air di sekolah sehingga air selalu menggenangi jalan bila terjadi hujan.


BAB III
PEMBAHASAN

            Geopori masih dianggap penemuan baru dikarenakan masih diterapkan di lingkungan dimana geopori itu ditemukan dan dibuat yaitu di ITB. Dengan teknologi yang memang memadai.
            Dari informasi yang telah didapat oleh penulis pembuatan geopori ini membutuhkan bahan baku yang dapat digunakan didapat dari bahan-bahan limbah industri berbahaya seperti limbah batu bara yang kerap dipandang tak punya nilai ekonomis, misalnya slag dari limbah industri baja yang merupakan hasil dari peleburan baja yang paling atas yang tidak digunakan sebagai bahan baja utama karena merupakan pengotor. Dan yang memiliki potensi tinggi sebagai bahan pembuatan adalah limbah batu bara.Tetapi yang menjadi kendala adalah limbah baja termasuk ke dalam B3 yaitu bahan beracun dan berbahaya.  Jadi tindakan ini perlu ditinjau lebih lanjut agar bisa menjadi bahan baku yang baik demi mengutamakan green environment, green product, dan green process.
            Geopori ini juga termasuk ramah lingkungan karena limbah itu tadi sudah dibuat dengan baik sehingga tidak akan menimbulkan efek negatif.
Geopori ini cukup diaplikasikan di pinggir jalan mengingat daya serapnya yang besar. Geopori juga akan berpengaruh baik bila memang bisa terealisasikan nantinya. Solusi yang sudah diterapkan SMAN 1 Rogojampi dalam pencegahan genangan air adalah pembuatan biopori yang tidak lain adalah lubang-lubang kecil pada jalan untuk resapan air sekaligus pembuatan kompos. Dari segi keefisienan, biopori dianggap cukup bagus karena multifungsi. Akan tetapi, biopori hanya bisa menyerap air dalam jumlah kecil, sehingga air yang tidak bisa diserap akan terus menggenang. Geopori bisa dianggap menjadi solusi yang tepat di SMAN 1 Rogojampi guna mendukung program adiwiyata nasional menuju adiwiyata mandiri.
            Perlunya inovasi lain agar inovasi ini dapat diterapkan tanpa hambatan. Misalnya dengan menciptakan geopori dari limbah lainnya, akan tetapi diperlukan penelitian lebih lanjut tentang ini. Tentang penerapannya di SMAN 1 Rogojampi hal ini masih perlu dipertimbangkan lagi. Tentang biaya, teknologi, dan yang lainnya.

BAB IV
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
                Kesimpulan yang dapat diambil adalah, geopori dapat dijadikan solusi yang berpengaruh baik terhadap lingkungan SMAN 1 Rogojampi demi menyukseskan adiwiyata mandiri, hanya  saja yang menjadi kendala adalah cara memperoleh geopori tersebut. Karena geopori ini hanya baru diterapkan di kawasan ITB dimana geopori itu diuji. Serta biaya yang mungkin diperlukan untuk pembuatannya cukup besar. Sehingga butuh proses yang cukup lama untuk merealisasikannya.
3.2 Saran
Karena proses perealisasian geopori ini lama, maka demi menyeimbangkan resapan air, Bisa dilakukan dengan penanaman pohon terlebih dahulu sebagai alternatif lain. Sehingga dapat mengurangi resiko banjir.
DAFTAR PUSTAKA

·         Kamus Besar Bahasa Indonesia
·         https://id.m.wikipedia.org/wiki/Adiwiyata
·         regional.kompas.com/read/2017/09/28/06480081/beri-solusi-banjir-dosen-itb-cipatakan-bahan-yang-bisa-serap-air
·         https://m.youtube.com/watch?v =zzMFCQXA-38


Resensi Novel My Lecturer My Husband



Dosen Galak itu Suamiku

Judul                           : My Lecturer My Husband
Penulis                         : Gitlicious
Penerbit                       : RDM Publishers
Tahun Terbit                : 2017
Jumlah Halaman          : 257
Harga Buku                 : Rp. 59.500,-

                Gitlicious adalah nama lain dari Inggit dan biasa dipanggil Git. Ia penulis wattpad atau biasa disebut dengan author. Sebagian besar cerita yang ia tulis adalah fanfiction, yaitu sebuah cerita fiksi yang menggunakan visual dari artis-artis mancanegara maupun dalam negeri. Dimana ketika cerita tersebut sudah mendapat respon baik dari readers, cerita tersebut akan dibukukan. Di wattpad ia sudah menulis banyak judul, salah satu tulisannya yang menjadi Best Seller yaitu novel dengan judul Dua Sisi yang mampu menarik minat pembaca di Wattpad maupun di Toko buku. Dan yang tidak kalah dengan buku Dua Sisi nya itu, Inggit mampu menuntaskan tulisannya dengan judul My Lecturer My Husband yang sudah menarik 4 juta lebih pembaca di Wattpad.
Kisah itu berawal dari seorang mahasiswa bernama Inggit yang mendapat nilai C di mata kuliah dengan 3 SKS didalamnya. Inggit yang merasa tidak terima dengan nilai C mengikuti saran dari teman-temannya yang menyuruh Inggit menemui sang Dosen yang notabennya Dosen tergalak untuk meminta perbaikan nilai. Namun perjuangannya untuk menaikkan nilai C pada mata kuliah tersebut sang dosen memberikan tugas yang berat, dan terkesan menyulitkan Inggit untuk menuntaskan tugas yang ia berikan.
Setiap mata kuliah berakhir, Inggit dan teman-temannya akan setia di Kantin kampus membicarakan apa yang mereka alami selama ini dan berkeluh kesah, tidak dipungkiri yang selalu mereka bicarakan adalah tentang sang Dosen super duper galak yang pandai bersilat lidah dan membuat lawan bicaranya kicep dengan argumen-argumen yang dilontarkan secara filosofis. Selain itu sang Dosen mempunyai sifat dingin dan kaku sehingga Inggit dan teman-temannya menjuluki sang Dosen dengan sebutan “Kanebo kering”.
Sumpah serapah untuk sang dosen tidak pernah lepas dari mulut manis Inggit. Inggit sering diingatkan atau lebih tepatnya diledek oleh temannya yaitu Rara atau Zahra Rizqi Aulia namun Inggit tidak pernah menggubrisnya justru Inggit malah menyumpahi sang dosen Sadewa Bentara Arya agar hidup sang dosen akan sulit seperti sulitnya Inggit memperbaiki nilainya.
Namun, beruntunglah Inggit karena pada saat masa sulitnya ada orang yang selalu mendukung dan membantunya yaitu Kara kekasih Inggit di kampusnya, Kara merupakan sosok sempurna untuk Inggit karena tidak hanya pintar ia juga sangat perhatian dan peduli dengan Inggit. Hubungan mereka tidak pernah mendapat cobaan yang berat, selainpada semester sebelumnya ia sempat putus karena Kara yang sibuk bermain game sehingga lupa dengan keberangkatannya untuk KKN dan hal itu membuat Kara kapok mengabaikan Inggit. Dalam perbaikan nilai ini tentu saja sang kekasih turut membantu mengerjakan tugasnya hingga tugas yang diberikan pak Arya selesai dengan tepat waktu.
Sosok Inggit adalah anak tunggal keluarga, dia merantau dari Malang ke Jakarta. Itulah yang menjadi sebab sang mama selalu khawatir terhadap keadaan Inggit dan selalu menantikan kepulangan Inggit begitu juga dengan ayahnya yang sudah tua dan sakit-sakitan. Kepulangan Inggit pada semester ini membuat Inggit mendapatkan Karmanya. Seperti yang dibilang Calvin,Rara,lim,yudha joana,altan yang notabennya teman seperjuangan Inggit muali dari awal kuliah hingga semester akhir yang dihiasi oleh guru galak itu memberitahu Inggit agar tidak membenci terlalu dalam karena Karma datang dengan membawa alamat yang akurat dan tidak mungkin salah dalam tugasnya.
Dan kata itulah yang terngiang saat Inggit tau bahwa dia dijodohkan dan lebih sialnya dia dijodohkan dengan anak teman ayahnya yaitu yang tidak lain adalah sang dosen killer yang selalu Inggit sumpah serapahi kehidupannya tidak berjalan baik. Namun nasib Inggitlah yang tidak baik, karena pernikahan mereka akan digelar 2 minggu lagi dan itu berarti saat ia memasuki semester baru ia juga akan menyandang status yang baru yaitu sebagai istri sah sang dosen killer.
Pernikahannya dengan dosen killer, tidak dipublikasikan kepada siapapun kecuali tetangga dan mereka tidak mengadakan resepsi. Mereka sepakat untuk menyembunyikan status mereka sampai waktu yang tidak ditentukan. Bahkan teman-teman dan kekasih Inggit pun tidak tahu menahu dengan perubahan status Inggit yang sekarang sudah menjadi istri sang dosen.
Inggit melalui masa sulit yaitu dimana ia dilema dengan kekasih dan suaminya, selain dia juga sudah berstatus istri sang dosen dia juga berstatus sebagai pacar Kara. Inggit masih belum biosa berbicara jujur kepada Kara tentang perjodohanny akrena Inggit tidak mau menyakiti hati kara yang sangat dia sayangi dan sayang kepadanya.
Seiring berjalannya waktu, Inggit sudah menentukan pilihannya bahwa ia akan tetap bertahan dengan sang suami dan melepaskan sang kekasih. Memang sulit baginya namun itu semua terjadi karena dia tau kebenaran bahwa sang suami itu adalah seorang mahasiswa yang dulu mengadakan lomba di sekolahnya. Dan sang suami sudah menyukainya sejak saat itu dihitung-hitung sudah 6 tahun sang suami menyimpan perasaan kepadanya. Dan itu membuat Inggit semakin yakin dan lebih terbuka kepada sang suami. Walaupun ada saat-saat tertentu dimana sifat kanebo kering sang suami terlihat.
Setelah kematian sang mertua Inggit lebih terbuka dan menyadari bahwa sang suami adalah tempat ternyaman untuk dia pulang dari segala kepenatan dan sang suami pun turut mensuport Inggit dalam menjalani masa skripsi. Sang suami dengan telaten mengajari Inggit hingga pada akhirnya Inggit lulus perguruan tinggi dengan tepat waktu.
Arya yang berstatus suami Inggit mempunyai 100 mimpi yang ia catat dalam buku hitam bersama dengan awal bertemunya ia dengan Inggit 6 tahun lalu. Ada mimpi yang belum tercoret atau tercapai salah satunya yaitu melanjutkan studi S3 di luar negeri dan juga memilik anak 5. Atas kehendak tuhan dua mimpi itu terwujud Inggit mengandung 3 anak kembar dalam perutnya dan dengan waktu bersamaan Arya mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi S3, tidak hanya itu Inggit pun mendapatkan beasiswa studi S2 diluar negeri pula. Namun dengan keadaanya yang sedang mengandung 3 anak kembar sekaligus hal itu menyebabkan Inggit mau tidak mau harus merelakan beasiswa studi S2 nya demi keselamatan ia dan anaknya.
Setelah kelahiran 3 bayi kembarnya dan selesainya studi S3 sang suami mereka kembali ke tanah air. Ketiga anaknya memiliki sifat yang berbeda kenzo anak pertama yang mirip dengan sifat ayahnya kenzi yang mirip dengan sang ibu dan kinza yang mirip dengan sifat jail altan dan hanif karena semsa hamil Inggit menyimpan kekesalan berlebihan terhadap mereka berdua. Kepulangan mereka disambut dengan teman-teman seperjuangan Inggit semasa kuliah yang mengerti kisah perjalanan Inggit yang sangat membenci sang dosen hingga Inggit berubah menjadi suami.
Tidak cukup disitu, setahun kemudian Inggit melanjutkan studi S2-nya di tanah air karena sang suami menganut prinsip bahwa seorang ibu harus memiliki pendidikan yang baik karena kelak dari sang ibu lah anak-anak akan mengenal hal-hal pertama dalam hidupnya. Dan diakhir cerita Inggit seperti mengalami pengulangan nasib semasa kuliah S1-nya dulu yaitu suaminya yang terkenal dengan sifat garang, perfeksionis dan filosofis kini akan kembali menjadi dosennya pada studi S2-nya.
Buku ini mengambil tema remaja dan masa dimana ia menempuh pendidikan S1-nya hingga dia menjadi Istri sang dosen yang sangat ia benci.
Ada banyak tokoh yang terdapat dalam cerita ini. Inggit Almira Arundati adalah seorang tokoh wanita yang menjadi Mahasiswa disalah satu perguruan tinggi di Jakarta. Inggit mempunyai peran protagonis, ia memiliki sifat pantang menyerah dan suka berdebat ia juga termasuk seorang yang cukup pintar. Tokoh yang mendampingi Inggit yaitu Sadewa Bentara Arya Tokoh laki-laki yang menjadi seorang dosen dengan segala sifat dingin, kaku dan juga filosofis. Suka berdebat dengan argumen-argumen yang filososfis dan membuat lawan bicaranya bungkam. Ia adalah sosok yang perfeksionis sekaligus dosen galak yang bisa memilah urusan pribadi maupun urusan umum. Namun isifat galak itu lakukan karena profesionalitas. Sedangkan Kara adalah tokoh yang berperan sebagai ekasih Inggit sebelum menikah dan sangat menyayangi Inggit. Bersifat lapang dada dan sabar walaupun mengetahui bahwa Inggit sudah menikah. Membela Inggit dari kesalah pahaman sang suami. Ada juga Altan teman Inggit yang suka sekali bercanda dan membuat lelucon. Sering kali dikatakan tidak punya otak karena apa yang ia katakan sesuai dengan apa yang ia inginkan tanpa berfikir berbobot atau tidak apa yang ia lontarkan. Inggit tidak hanya memiliki satu teman saja, teman yang kedua yaitu Hanif merupakan Sosok yang mirip dengan Altan mempunyai sifat 11 12 dengan Altan dan ia selalu satu pendapat dengan Altan. Suka membantu Inggit dan menghibur dikala Inggit mempunyai masalah. Selanjutnya ada Yudha sosok bijaksana karena latar belakang ia yang sudah menjadi kepala rumah tangga dikala ia masih duduk dibangku perkualiahan. Suami dari Lim ini sering menemani sang istri untuk membantu Inggit dalam menghadapi masalah rumah tangga yang baru.  Dan ada Lim sebaga istri dari Yudha yang menikah atas perjodohan. Sering membantu Inggit dalam menyelesaikan masalah rumah tangga dikarenakan latar belakang mereka yang sama-sama menikah karena hasil perjodohan dari orang tua mereka. Dan keadaan dimana mereka dijodohkan saat mereka mempunyai kekasih. Joana yang osok figuran sebagai teman Inggit yang selalu nongkrong dan bermain bersama Inggit dan teman-teman yang lain. Rara yang sering menasehati Inggit tentang masalah perkuliahan dan mengingatkanInggit agar tidak terlalu menyumpah atau membenci sang dosen mengingat hukum Karma selalu ada. Calvin juga figuran yang menjadi teman Inggit dan selalu nongkrong dan menggoda Inggit karena terlalu memebenci sang Dosen. Kemudian mama Inggit yaitu sosok Ibu yang selalu sabar menghadapi Inggit yang keras kepala menolak perjodohan. Membimbing Inggit untuk menjadi istri dan ibu yang baik untuk rumah tangga Inggit. Papa Inggit yang menjodohkan Inggit secara sepihak karena ingin melihat anaknya menikah dengan wali dirinya sendiri. Menjodohkan inggit secara tiba-tiba dikarenakan kondisi kesehatan yang sudah tidak sepenuhnya sehat dan takut ajalnya menjemput sebelum melihat putri tunggalnyanya bahagia. Ayah Arya sebagai mertua Inggit yang sabar dan sayang terhadap Inggit. Rela menemani Inggit untuk ke Amsterdam menemui sang suami yang melanjutkan studi S3.
Cerita ini berlatar tempat di Jakarta yaitu perguruan tinggi Inggit. Malang sebagai  kampung halaman Inggit dan Arya dan juga Amsterdam karena disanalah tempat Arya melanjutkan studi S3. Waktu penggambaran dalam cerita ini adalah pagi,siang dan malam. Dalam buku ini terdapat beberapa peristiwa yang dapat digolongkan ke dalam suasana sedih yaitu ketika Inggit mendapat nilai C, mertua Inggit meninggal, dan saat Inggit harus berpisah dengan suami karena studi S3 di Amsterdam dan suasana bahagia ketika mereka memiliki momongan
Alur yang terdapat dalam cerita ini yaitu alur maju. Cerita ini mengandung dua sudut pandang. Ada kala dimana sudut pandang orang pertama pelaku utama dan ada kala sudut pandang orang ketiga serba tau. Sedangkan untuk gaya bahasa terdapat dua gaya bahasa yaitu bahasa baku ketika Arya dan Inggit berbicara dan gaya bahasa sehari-hari ketika Inggit berbicara dengan teman-temannya.
Amanat yang terkandung didalam cerita ini adalah jangan terlalu membenci sesorang karena hukum Karma itu selalu datang dengan membawa alamat yang tepat dan tidak salah dalam tugasnya. Dan pilihan orang tua adalah pilihan terbaik karena tidak ada orang tua yang ingin melihat anaknya sengsara.
Kelebihan dari buku ini adalah menceritakan bagaimana kehidupan Mahasiswa yang sedikit banyak memberikan gambaran kepada pembaca tentang perkuliahan. Selain itu sosok Dosen yang perfeksionis dan sangat mengutamakan pendidikan sangat baik untuk dijadikan teladan bagi remaja dan bisa merubah mind set anak muda jaman kini yang menganggap remeh pendidikan. Penulisan buku ini menggunakan Bahasa yang santai dan ringan sehingga dapat dengan mudah dimengerti. Namun juga ada beberapa kalimat yang menggunakan Bahasa asing dan Bahasa baku. Buku yang tidak terlalu tebal menjadikan buku ini banyak peminat karena cerita yang tidak bertele-tele. Dan juga pemotongan pada setiap sub-bab sudah cukup baik dan tidak memaksakan.Selalu ada kata atau kalimat yang dapat menarik perhatian dan minat pembaca yang rata-rata adalah kaum remaja yang sering menggunakan ungkapan-ungkapan gaul masa kini.
Namun buku ini memiliki beberapa kekurangan. Anatara lain, Di dalam buku ini mengandung cerita tentang kehidupan suami istri yang kurang cocok dibaca untuk remaja-remaja yang belum mempunyai umur cukup dan cenderung emosi yang belum terkontrol.  Bahasa yang digunakan dalam dialog Arya dan Inggit terkesan kaku karena Arya yang menggunakan bahasa formal kepada siapapun. Ada bagian cerita yang kurang diangkat dan kurang jelas bagaimana kelanjutan ceritanya. Perilaku yang digambarkan pada novel tersebut tidak sepenuhnya mendidik, seperti mengolok dosen dan membicarakan kejelekan dosen adalah contoh perilaku yang tidak perlu dicontoh dalam buku ini.Konflik dalam cerita ini kurang menarik karena tidak ada tokoh antagonis dari awal hingga akhir cerita.  
Menurut saya, buku ini sangat cocok untuk kalangan remaja 18 tahun keatas, dan sebaiknya tidak dibaca oleh remaja berusia dibawah 18 tahun karena buku ini mengandung cerita yang tidak layak untuk dibaca oleh anak-anak dibawah umur. Buku ini dapat membuat kita berkhayal tentang kehidupan mendatang di saat kita memasuki fase peralihan menjadi dewasa dan dewasa yang sebenarnya. Saya menyarankan para mahasiswa membaca buku ini untuk memotivasi pentingnya pendidikan dan memberi gambaran bahwa tidak ada kesusahan yang kita alami jika kita mau berusaha dan belajar, walaupun buku ini hanyalah sebuah karangan dan tidak banyak mengandung motivasi dan lebih ke cerita khayal setidaknya ada beberapa sub-bab dimana kita akan menemukan motivasi secara tersirat. Dan juga saya menyarankan buku ini tidak dibaca oleh anak berusia 18 tahun kebawah.